Konferensi Islam Moderat di Belanda Tekankan Pentingnya Jalan Tengah
Berita Internasional

By New Health Link 15 Jul 2019, 10:07:38 WIB Dunia Islam
Konferensi Islam Moderat di Belanda Tekankan Pentingnya Jalan Tengah

Keterangan Gambar : Suasana Konferensi Internasional Islam Moderat di Universitas Radboud, Belanda.


NIJMEGEN – Konferensi internasional bertajuk “Seeking The Middle Path (Al Wasatiyya): Articulations of Moderate Islam” sukses digelar pada 19 Juni 2019 di Radboud University, Nijmegen, Belanda.

Acara dua tahunan ini merupakan hasil kerja sama antara PCINU Belanda dan pihak universitas. Tujuan utama konferensi ini adalah untuk mempromosikan serta memperdalam pemahaman mengenai konsep Al Wasatiyya, yang berarti Islam jalan tengah.

Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama

Menteri Agama Republik Indonesia saat itu, Lukman Hakim Saifuddin, yang hadir sebagai pembicara utama, menegaskan bahwa prinsip beragama dengan pendekatan jalan tengah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan global.

Baca Lainnya :

Menurutnya, konsep ini penting untuk menciptakan kehidupan dunia yang damai, rukun, serta menjunjung tinggi toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

Indonesia Jadi Contoh Islam Moderat

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, menyampaikan bahwa konsep Al Wasatiyya atau Islam moderat merupakan pendekatan yang relevan bagi semua agama.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia telah lama menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dihadiri Ratusan Peserta Internasional

Konferensi ini dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, serta budayawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Belanda. Keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan dalam memperkaya diskusi mengenai moderasi beragama.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, seperti Yahya Cholil Staquf dan Syafiq Mughni, yang aktif dalam dialog antaragama dan peradaban.

Dialog Antaragama Jadi Agenda Lanjutan

Masih dalam rangkaian kegiatan, pada 20 Juni 2019 diselenggarakan dialog antaragama bertajuk “Promoting 'Costly' Tolerance: Challenges for States and Religious Communities.” Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara konsorsium Belanda-Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda.

Dialog ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama lintas agama serta menghadapi tantangan toleransi di tengah masyarakat global yang semakin beragam.

Konferensi ini menegaskan bahwa konsep Islam moderat atau Al Wasatiyya menjadi solusi penting dalam menjaga perdamaian dunia serta mempererat hubungan antarumat beragama di berbagai negara.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment