Pernyataan Muhammad Daming Sanusi soal Hukuman Mati Pemerkosa Picu Kontroversi
JAKARTA – Ucapan calon hakim agung dalam uji kelayakan di DPR menuai kritik dan sorotan publik

By New Health Link 03 Jun 2018, 15:37:13 WIB Gaya Hidup
Pernyataan Muhammad Daming Sanusi soal Hukuman Mati Pemerkosa Picu Kontroversi

Keterangan Gambar : Ilustrasi ruang rapat Komisi III DPR RI saat uji kelayakan calon hakim agung berlangsung.


NEW.HEALTHLINK.ID – Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi menjadi sorotan setelah pernyataannya terkait hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan dalam sesi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI pada Senin (14/1/2013).

Pernyataan tersebut dinilai tidak pantas oleh sejumlah anggota dewan dan memicu reaksi beragam di ruang sidang.

Pernyataan yang Memicu Kontroversi

Dalam sesi tanya jawab, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN, Andi Azhar, menanyakan pandangan Daming terkait hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan.

Baca Lainnya :

    Daming kemudian menjawab bahwa hukuman mati perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Namun, pernyataannya yang menyebut bahwa korban dan pelaku “sama-sama menikmati” dalam kasus tertentu memicu tawa sekaligus kontroversi di ruang rapat.

    Ucapan tersebut langsung mendapat respons beragam dari anggota dewan yang hadir.

    Daming Sanusi: Hanya untuk Mencairkan Suasana

    Usai sesi uji kelayakan, Daming Sanusi menjelaskan bahwa ucapannya tidak dimaksudkan untuk meremehkan kasus pemerkosaan, melainkan untuk mencairkan suasana yang dinilainya cukup tegang.

    “Kita tadi terlalu tegang, jadi supaya tidak terlalu tegang,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa dirinya belum memberikan sikap final terkait penerapan hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan dan menilai setiap kasus perlu dipertimbangkan secara mendalam.

    Reaksi Anggota DPR

    Pernyataan tersebut mendapat tanggapan keras dari anggota Komisi III DPR lainnya. Salah satunya, Himmatul Aliya Setiawati dari Fraksi Partai Demokrat, menilai candaan tersebut tidak pantas disampaikan dalam forum resmi.

    “Saya kira candaannya tidak pas,” ujarnya.

    Meski demikian, ia menyebut bahwa secara keseluruhan penilaian terhadap calon hakim agung tetap harus mempertimbangkan aspek lain secara menyeluruh.

    Perdebatan soal Hukuman Mati

    Dalam kesempatan yang sama, Daming menyatakan bahwa dirinya cenderung mempertimbangkan hukuman mati pada kasus tertentu seperti narkoba dan korupsi, namun untuk kasus pemerkosaan perlu kajian lebih mendalam.

    Pernyataan ini kemudian memicu perdebatan lebih luas mengenai penerapan hukuman mati di Indonesia.

    Kesimpulan

    Pernyataan Muhammad Daming Sanusi dalam uji kelayakan calon hakim agung di DPR memicu kontroversi dan kritik publik. Ucapannya dinilai tidak sensitif terhadap korban kejahatan seksual, meskipun ia menyebut hal tersebut sebagai upaya mencairkan suasana.




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    View all comments

    Write a comment