Fenomena Dokter Google 35 Persen Orang Cek Gejala Penyakit Lewat Internet
WASHINGTON – Tren self-diagnosis lewat internet makin meningkat dan memicu kekhawatiran medis

By New Health Link 22 Apr 2018, 07:29:21 WIB Kesehatan
Fenomena Dokter Google 35 Persen Orang Cek Gejala Penyakit Lewat Internet

Keterangan Gambar : Ilustrasi seseorang sedang mencari gejala penyakit melalui ponsel dengan latar dokter dan rumah sakit.


NEW.HEALTHLINK.ID – Kebiasaan masyarakat mencari informasi kesehatan melalui internet atau yang sering disebut dokter Google semakin meningkat. Banyak orang kini lebih dulu mencari diagnosis mandiri sebelum berkonsultasi dengan tenaga medis.

Sebuah survei di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 35 persen responden pernah mencocokkan gejala penyakitnya secara online dan mencoba mendiagnosis diri sendiri.

Hasil Survei Banyak yang Benar Tapi Banyak Juga yang Salah

Survei yang dilakukan oleh Pew Research Center’s Internet & American Life Project melibatkan sekitar 3.000 responden.

Baca Lainnya :

Hasilnya menunjukkan:

  • 41 persen responden mengatakan hasil diagnosis mandiri mereka sesuai dengan diagnosis dokter
  • Namun, 18 persen responden mengaku salah setelah memeriksakan diri ke dokter
  • Sekitar 1 dari 3 orang tidak mencari opini kedua dari tenaga medis setelah mencari informasi online

Data ini menunjukkan bahwa internet sering dijadikan rujukan utama sebelum ke fasilitas kesehatan.

Kekhawatiran Tenaga Medis

Para profesional kesehatan mengingatkan bahwa informasi di internet tidak selalu akurat. Banyak situs kesehatan tidak memiliki standar medis yang jelas sehingga berpotensi menyesatkan pengguna.

Dr. Rahul K. Khare dari Northwestern Memorial Hospital menyebut banyak pasien datang dengan kecemasan berlebihan setelah membaca informasi online.

“Rata-rata orang mengunjungi beberapa situs, lalu menyimpulkan dirinya menderita penyakit serius seperti kanker, padahal informasi tersebut tidak selalu benar,” ujarnya.

Risiko Self-Diagnosis di Internet

Mencari informasi kesehatan di internet memang dapat membantu edukasi, namun memiliki sejumlah risiko, seperti:

  • Salah interpretasi gejala
  • Kecemasan berlebihan (health anxiety)
  • Penundaan pemeriksaan medis
  • Penggunaan obat tanpa anjuran dokter

Pentingnya Konsultasi Medis Langsung

Para ahli menekankan bahwa diagnosis penyakit tidak bisa hanya berdasarkan informasi online. Pemeriksaan langsung oleh dokter tetap menjadi langkah paling akurat untuk menentukan kondisi kesehatan seseorang.

Internet sebaiknya digunakan sebagai sumber informasi awal, bukan sebagai alat diagnosis utama.

Kesimpulan

Fenomena dokter Google menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi kesehatan. Meski membantu meningkatkan kesadaran kesehatan, kebiasaan ini juga berisiko jika tidak diimbangi dengan konsultasi medis profesional.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment